Minggu, 09 Desember 2012

JEMBATAN SURAMADU

Jembatan Suramadu adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa, adapun letak tepatnya yang ada di Pulau Madura adalah di Desa Sekar Bungoh Kec. Kwanyar, dan kalau di Pulau Jawa yaitu di Daerah Kenjeran Surabaya, dan dalam saat sekarang ini Jembatan tersebut termasuk Jembatan yang terpanjang di Indonesia yaitu 5.438 m. Di awal pembuatannya di resmikan oleh Presiden RI yang menjabat pada waktu itu adalah Megawati Sukarno Putri pada tanggal 20 Agustus 2003, dan setelah selesai pembangunannya di resmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Juni 2009. Jembatan ini di bangun untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura Khususnya yang sekarang tertinggal agak jauh dengan Kabupaten-kabupaten lainnya di Jawa Timur. Adapun biaya yang di pakai untuk membangun Jembatan Suramadu ini sekitar 4,5 triliun rupiah.

Jembatan Suramadu di rancang tahan gempa sampai dengan 7 skala Richter, dan kekuatan jembatan sampai dengan 100 tahun, juga tahan terhadapan hembusan angin dengan kecepatan 200 km perjam, akan tetapi apabila kecepatan angin sudah mencapai 40 km/jam maka jalur Sepeda Motor akan ditutup, demikian juga apabibila kecepatan angin sudah mencapai 65 km/jam maka jalur roda empat akan ditutup, semua itu dilakukan untuk demi keamanan pengendara lalu lintas.

Jembatan Suramadu pembangunannya kurang lebih menghabiskan 650.000 ton beton bertulang dan 50.000 ton besi (baja tahan karat), adapun biayanya 55 % dipikul oleh Pemerintah Indonesia, yang melibatkan 4 (empat) BUMN dan sisanya pinjaman dari China.
Data data Teknis :
Pada intinya Konstruksi Jembatan Suramadu terdiri dari 3 bagian yaitu
1. Jalan Layang ( Causeway ) Konstruksi Jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua siisi Jembatan, Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan  45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura.

Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.

Jembatan penghubung atau ( approach bridge ) menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter.

Jembatan penghubung ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.

Jembatan utama atau (main bridge) terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter.

Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.
Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Nurcahyaku5